ASUHAN KEPRAWATAN PADA ANAK DENGAN ASMA BRONKIAL

KATA PENGANTAR

 

             Puji syukur kami ucapakan pada Allah SWT karena dengan ridhon-Nya kami dapat menyusun serta dapat meyelesaikan makalah ini.

            Salawat serta salam tak lupa pula kami ucapkan kepada nabi besar Muhammad SAW beserta pengikut beliau dari dahulu, sekarang, dan hingga hari akhir nanti.

            Ucapan terima kasih tak lupa juga kami ucapkan pada dosen mata kuliah KEPERAWATAN ANAK Yakni Ns.Siti Aisyah Nur,S.kep yang telah memberikan kami bimbingan serta pengajaran kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan hasil makalah kami ini.

            Kami menyadari, meskipun kami telah berusaha dengan sebaik-baiknya dalam menyelesaikan makalah ini tapi kami mengetahui makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu kami mohon kritik serta saran yang kira nya dapat membangun bagi kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini menjadi lebih baik.

            Kami berharap selain untuk memenuhi nilai kami dalam KEPERAWATAN ANAK Makalah ini juga dapat bermanfaat bagi teman-teman  dan seluruh pembacanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Padang,   oktober 2012

 

Penulis

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. LATAR BELAKANG

Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronkhi berespon secara hiperaktif terhadap stimulasi tertentu. (Smelzer Suzanne : 2001).

Asma ini salah satu penyakit yang sering di jumpai pada anak anak yaitu penyakit asma.Berdasarkan pengalaman klinis asma pada anak anak sangat bervariasi,bahkan berat ringanya serangandan sering  atau jaranganya serangan berubah ubah dari waktu kewaktu.

Prervalesi total asma di dunia diperkirakan 7,2 (6% pada dewasa, 10% pada anak anak).Di indonesia, pada anak usia 6-7 tahun sebesar 3%. Usia 13-14 tahun 5,2%(Kartasasmita 2002).

 

B. TUJUAN

1). Tujuan Umum

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini agar kita semua terutama orang tua dan perawat dapat memahami mengenai serangan asma pada anak anak dan mengetahui tatacara pelaksanaan penanganan asma yang terjdi pada anak. Selin itu juga untuk memenuhi tugas yang di berikan dosen pembimbing. 

2). Tujuan Khusus

  • Menjelaskan tentang Definisi Asma
  • Mengetahui Etiologi dari Asma
  • Mengetahui Manifestasi Klinis dari Asma pada Anak
  • Menjelaskan Patofisiologi Asma pada Anak

 

 

 

 

 

 

BAB II

        TINJAUAN TEORITIS

 

  1.  DEFENISI ASMA

Kondisi yang berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga empersulit jalan pernafasan.

Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.

(Smeltzer 2002 : 611)

Asma adalah obstruksi jalan nafas yang bersifat reversibel, terjadi ketika bronkus mengalami inflamasi/peradangan dan hiperresponsif. (Reeves, 2001 : 48).

 

  1.  ETIOLOGI
  • adanya kontraksi otot di sekitar bronkhus sehingga terjadi penyempitan jalan nafas.
  •  adanya pembengkakan membran  bronkhus.
  •  terisinya bronkus oleh mokus yang    kental

Beberapa Faktor Predisposisi dan Presipitasi timbulnya serangan Asma Bronkhial

   Faktor Predisposisi

  • Genetik
    Dimana yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya yang jelas. Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat juga menderita penyakit alergi. Karena adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asthma bronkhial jika terpapar dengan foktor pencetus. Selain itu hipersentifisitas saluran pernafasannya juga bisa diturunkan.

   Faktor Presipitasi

  • Alergen
    dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

ü  Inhalan: masuk saluran pernafasan

Seperti : debbu,bulu binatang, bakteri dan polusi.

ü  Ingestan, masuk melalui mulut

Seperti : makanan dan obat-obatan.

ü Kontaktan,masu
seperti : perhiasan, logam,dan jam tangan

  • Perubahan cuaca

Cuaca lembab atau dingin juga menpengaruhi asma.Atmosfir yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma. Kadang-kadang serangan berhubungan dengan musim, seperti: musim hujan, musim kemarau, musim bunga. Hal ini berhubungan dengan arah angin serbuk bunga dan debu.

  • Stress.

Stress dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga bisa memperberat serangan asma yang sudah ada. Disamping gejala asma yang timbul harus segera diobati penderita asma yang mengalami stress perlu diberi nasehat untuk menyelesaikan masalah pribadinya. Karena jika stressnya belum diatasi maka gejala asmanya belum bisa diobati.

  • Lingkungan Kerja.

        Lingkungan Kerja juag menjadi penyebab terjadinya serangan asma. Hal ini berkaitan dengan dimana dia bekerja. Misalnya orang yang bekerja di laboratorium hewan, industri tekstil, pabrik asbes, polisi lalu lintas. Gejala ini membaik pada waktu libur atau cuti.

  • Olah raga/aktivitas yang berat

        Sebagian besar penderita asma akan mendapat serangan jika  melakukan aktifitas jasmani atau aloh raga yang berat. Lari cepat paling mudah menimbulkan serangan asma. Serangan asma karena aktifitas biasanya terjadi segera setelah selesai aktifitas tersebut.

 

  1. MANIFESTASI KLINIK

         Manifestasi Klinik pada pasien asthma adalah batuk, dyspne, dari wheezing. Dan pada sebagian penderita disertai dengan rasa nyeri dada pada penderita yang sedang bebas serangan tidak ditemukan gejala klinis, sedangkan waktu serangan tampak penderita bernafas cepat, dalam, gelisah, duduk dengan tangan menyanggah ke depan serta tampak otot-otot bantu pernafasan bekerja dengan keras.

 

 

Beberapa tingkatan Penderita Asma

ü Tingkat 1

  • Secara klinis normal tanpa kelainan pemeriksaan fisik dan fungsi paru
  • Timbul bila ada faktor pencetus baik di dapat alamiah maupun

Dengan test provakosi brokial di laboratorium

ü Tingkatu II

  •  Tampa keluhan dan kelainan pemeriksaan fisik tapi fungsi paru menunjukkan adanya tanda obtyruksi jalan nafas.

ü Tingkat III

  • Tampa keluhan
  • Pemeriksaan fisik dan fungsi paru menunjukan adanya obtruksi jalan nafas.
  • Penderita telah sembuh dan bila obat tidak diteruskan mudah diserang kembali

ü Tingkat IV

  • Klien mengeluh batuk, sesak nafas dan nafas berbunyi wheezing.
  • Pemeriksaan fisik dan fungsi paru didapat tanda tanda obstruksi jalan nafas

ü Tingkat V

  • Asma pada dasarnya merupakan penyakit obstruksi jalan nafas yang reversibel.pada asma yang berat dapat timbul gejala seperti: kiotraksi otot-otot pernafasan, cyanosis, ngangguan kesadaran dan               

penderita tampak letih.

 

  1. PATOFISIOLOGI

           Asma dengan kkontraksi ditandai dengan kontraksi spstik dari otot polos bronkhiolus yang menyebabkan sukar bernafas.penyebab umumnya adalah

hipersitivitas bronkhioulus terhadap benda benda asing di udara. Reaksi yang timbul pada asthma tipe alergi diduga terjadi dengan cara sebagai berikut : seorang yang alergi mempunyai kecenderungan untuk membentuk sejumlah antibody Ig E abnormal dalam jumlah besar dan antibody ini menyebabkan reaksi alergi bila reasi dengan antigen spesifiknya. Pada asma antibodi teritama melekat pada sel mast yang terdapat pada intertisial paru yang berhubungan erat dengan bronhkiolus dan brokus kecil dan diameter bronkiolus lebih berkurang salama ekresi dari pada inspirasi karena peningakatan tekanan dalam paru selama ekresi paksa menekan bagian luar bronkhiolus.karena brokhiolus sudah tersumbat sebagian,akibat dari tekanan eksternal yang menimbulkan odtruksi berat selama ekresi.

 

  1. PEMERIKSAAN PENUNJANG

v  Pemeriksaan Laboratorium

  • Pemeriksaan sputum

ü  Untuk menentukan adanya infeksi dan mengidentifikasi patogen

ü  Creole yang merupakan fragmen dari epitel bronkhus

  • Pemeriksaan darah

ü  Untuk mengetahui Hiponatremia dan kadar leukosit,

v  Pemeriksaan Scanning Paru

Untuk menyatakan pola abnormal perfusi pada area ventilasi(ketidak cocokan/perfusi) atau tidak adanya ventilasi/perfusi.

v  Pemeriksaan Spirometri

Untuk menunjukkan adanya obstruksi jalan nafas.

 

  1. PENGOBATAN

Prinsip umum dalam pengobatan pada asma bronhiale :

v  Menghilangkan obstruksi jalan nafas

v  Mengenal dan menghindari faktor yang dapat menimbulkan serangan asma

v  Memberi penerangan kepada penderita atau keluarga dalam cara pengobatan maupun penjelasan penyakit.

Penatalaksanaan asma dapat dibagi atas :

  1. Pengobatan dengan obat-obata

 Seperti :

ü  Beta agonist (beta adrenergik agent)

ü   Methylxanlines (enphy bronkodilator)

ü  Anti kolinergik (bronkodilator)

ü   Kortikosteroid

ü  Mast cell inhibitor (lewat inhalasi)

b. Tindakan yang spesifik tergantung dari penyakitnya, misalnya :

ü  Oksigen 4-6 liter/menit.

ü   Agonis B2 (salbutamol 5 mg atau veneteror 2,5 mg atau terbutalin 10 mg) inhalasi nabulezer dan pemberiannya dapat di ulang setiap 30 menit-1 jam. Pemberian agonis B2 mg atau terbutalin 0,25 mg dalam larutan dextrose 5% diberikan perlahan.

ü  Aminofilin bolus IV 5-6 mg/kg BB, jika sudah menggunakan obat ini dalam 12 jam.

ü   Kortikosteroid hidrokortison 100-200 mg itu jika tidak ada respon segera atau klien sedang menggunakan steroid oral atau dalam serangan sangat berat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III
ASKEP TEORITIS

 

  1. PENGKAJIAN

            Identitas

Nama                         : An.Iy

Umur                          : 3,5 Tahun

No.MR                       : 46-94-64

Jenis Kelamin             : Pempuan

Alamat                       : jl. Pasar Lalang RT 01/ RW VII

Kel.Kuranji Kec.kuranji Belimbing Padang.

Tanggal Masuk    : 14-08-2012

Diagnosa Medik   : Asma brokhial

             Riwayat Kesehatan

  • Riwayat Kesehatan Lalu

Sebelumnya klien pernah dirawat di rumah sakit, riwayat keturunan alergi debu dan udara dingin

  • Riwayat Kesehatan Sekarang

 Keluhan sesak nafas,lemas dan sering gelisah.

  • Riwayat Kesehatan Keluarga

Anggota klien sebelumnya pernah menderita penyakit seperti klien sekarang, merupakan penyakit keturunan.

 

            PEMERIKSAA FISIK

Tanda tanda vital:

                    Suhu,Nadi,Pernafasan,Tekanan Darah

  1. Rambut dan Hygin kepala

Dikaji warna rambut klien,keadaan kulit kepala klien.

  1. Mata

Kaji kojungtiva, pupil, sklera,posisi mata,kelopak mata.

  1. Hidung

Kaji keadaan hidung klien

  1. Mulut dan tenggorokan

Kaji rongga mulut, gigi,dan tosil ada perradangan atau tiak

  1. Leher

Kaji adanya pembengkakan getah bening dan kaku kuduk.

  1. Dada atau thorak
  • Inspeksi

Diameter anterior posterior lebih besar dari diameter transversal, Keabnormalan struktur Thorax, , Kulit Thorax ; Hangat, kering, pucat atau tidak, distribusi warna merata,pernafasan selama satu menit.

  • Palpasi

Temperatur kulit, Premitus : fibrasi dada,

Pengembangan dada,Edema

  • Auskultasi

Vesikuler, Broncho vesikuler, Hyper ventilasi, Rochi,

Wheezing, Lokasi dan perubahan suara napas serta kapan saat terjadinya.

 

          DIAGNOSA KEPERAWATAN

  • Ketidak efektifan Pola nafas berhubungan dengan penurun ekspansi paru.

–    Tujuan

                      Pola nafas kembali efektif.

–         Kriteria hasil

  Pola nafas efektif, Bunyi nafas normal dan bersih,Batuk berkurang

–        Intervensi/raional
a. Kaji frekuensi kedalaman pernafasan dan ekspansi dada,

                        Catat upaya pernafasan termasuk penggunaan otot bantu pernafasan.

     Rasional: kecepatan biasanya mencapai kedalaman pernafasan

                        berfariasi tergantung derajat gagal nafas.

  1. Auskultasi bunyi nafas dan catat adanya bunyi nafas seperti

      krekels, wheezing.

                       Rasional : ronki dan wheezing menyertai obstruksi jalan nafas

                        atau kegagalan pernafasan.

 

  1. Observasi pola batuk dan karakter sekret

      Rasional : Kongesti alveolar mengakibatkan batuk sering/iritasi.

  1. d.   Dorong/bantu pasien dalam nafas dan latihan batuk.

      Rasional:dapat meningkatkan/banyaknya sputum dimana gangguan

      ventilasi dan ditambah ketidak nyaman upaya bernafas.

e. Kolaborasi : Berikan oksigen tambahan, Berikan humidifikasi   tambahan    

      Rasional: memaksimalkan bernafas dan menurunkan kerja

      nafas,memberikan kelembaban pada membran mukosa dan

      membantu pengenceran sekret.

–  Evaluasi

ü Jalan nafas kembali efektif.

ü  Pola nafas kembali efektif.

ü  Kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.

ü Klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Asma bronkhial adalah Kondisi yang berulang dimana rangsangan tertentu mencetuskan saluran pernafasan menyempit untuk sementara waktu sehingga empersulit jalan pernafasan.disebabkan adanya kontraksi otot di sekitar bronkhus sehingga terjadi penyempitan jalan nafas, adanya pembengkakan membran  bronkhus, terisinya bronkus oleh mokus yang kental. faktor pencetus asma bronkhial antalain fakttor gnetik,stres,cuaca, alergi,lingkungan dan aktivitas yang berat,agar asma tidak kambuh maka hindari faktor terjangkitnya asma.

B. SARAN

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dengan adanya makalah ini, diharapkan pembaca dapat memahami tentang penyakit asma bronhkial,dan khususnya bagi penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSAKA

 

 

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F. & Geissler, A. C. 2000 “Rencana Asuhan Keperawatan”, Jakarta : EGC.
http//:www. Askep Asma Bronkhiale.com
Arif Mansyoer(1999). Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga. Jilid I. Media    Acsulapius. FKUI. Jakarta.
Heru Sundaru(2001). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II Edisi Ketiga. BalaiPenerbit FKUI. Jakarta.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s