ASKEP PADA ANAK TYPOID

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

penyakit Typoid termasuk penyakit menular yang dapat menyerang banyak orang dan masih merupakan masalah kesehatan di daerah tropis terutama di negara-negara sedang berkembang.

 Di negara berkembang angka kematian akibat demam tipoid berkisar antara 2,3 – 16,8%1.Di Ind

  • onesia penderita demam tifoid cukup banyak diperkirakan 800 /100.000 penduduk per tahun dan tersebar di mana-mana. Ditemukan hampir sepanjang tahun, tetapi terutama pada musim panas. Demam tifoid dapat ditemukan pada semua umur, tetapi yang paling sering pada anak besar,umur 5- 9 tahun.

Penularan dapat terjadi dimana saja, kapan saja, sejak usia seseorang mulai dapat mengkonsumsi makanan dari luar, apabila makanan atau minuman yang dikonsumsi kurang bersih. Biasanya baru dipikirkan suatu demam tifoid bila terdapat demam terus menerus lebih dari 1 minggu yang tidak dapat turun dengan obat demam dan diperkuat dengan kesan anak baring pasif, nampak pucat, sakit perut, tidak buang air besar atau diare beberapa hari.

 

  1. TUJUAN

1).  Tujuan Umum

agar kita semua tahu terutama kita sebagai mahasiswa akademi keperawatan lebih mendalami tentang penyakit Typiod dan mengetahui asuhan keperawatan pada anak dengan penyakit demam thypoid juga untuk memenui tugas makalah yanh diberikan oleh diberikan dosen pembimibing.

2). Tujuan khusus

ü  Agar mahasiswa mengetahui apa itu demam thypoid

ü  Mengetahui Etiologi typoid

ü  Mengetahui Manifestasi Klinis dari penyakit typoid

ü  Menjelaskan Patofisiologi typoid

 

 

BAB II

        TINJAUAN TEORITIS

 

 

  1.  DEFENISI TYPOID

                    Tifus Abdominalis ialah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna dan gangguan kesadaran (Kapita slekta anak jilid 2 th 2001:432).

Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A.B.C. penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief.M. 1999).

 

  1. ETIOLOGI

Etiologi typhoid adalah salmonella typhi. Salmonella para typhi A. B dan C. Ada dua sumber penularan salmonella typhi yaitu pasien dengan demam typhoid dan pasien dengan carier. Carier adalah orang yang sembuh dari demam typhoid dan masih terus mengekresi salmonella typhi dalam tinja dan air kemih selama lebih dari 1 tahun.

 

Basil / kuman salmonella Typhosa, Salmonela paratyphosa.

Salmonela Typosa mempunyai 3 macam anti gen yaitu:

a.      Antigen O (Ohne Hauch)

  Somatik terdiri dari zat kompleks lipopoli sakarida.

   b.      Antigen H (Hauch)

  Terdapat pada flagela dan bersifat termolabil.

   c.     Antigen V1 (Kapsul)

Merupakan kapsul yang meliputi tubuh kuman dan melindungi antigen O terhadap fagositosis.(Dr.T.H Rompengan,1997:57).

 

 

 

 

  1. MANIFESTASI KLINIK

Biasanya yang dialami pada siang hari demam berkurang bahkan terkadang tidak demam namun  panas dialami pada saat sore dan malam hari. Ini merupakan tanda yang khas demam typhoid.

a. Minggu I     : infeksi akut (demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, mual, diare)

b. Minggu II    : Gejala lebih jelas (demam, bradikardia relatif, lidah kotor, nafsu makan menurun, hepatomegali, ggn kesadaran).

 

  1. PATOFISIOLOGI

Kuman salmonella typhosa masuk kesaluran cerna bersama makanan/minuman menuju ke usus halus mengadakan infasi kejaringan limfoid usus halus(plak peyer) dan jaringan limfoid mesentrika. Setelah menyebabkan keradangan dan nekrosis setempat,kuman lewat pembuluh limfe masuk ke pembuluh darah menuju organ retikulo endotelia terutama hati dan limpa.ditempat ini kuman difagosit. Dan kuman yang tidak difagosit berkembang biak,kuman kembali ke pembuluh darah(bakteria sekunder) dan sebagian masuk kembali ke organ tubuh terutama pada limfa dan kandung empedu menuju ke rongga usus sehingga menyebabkan reinfeksi diusus halus.Demam tipoid disebabkan karena kuman salmonella typhi dan endotoksin merangsang pelepasan zat pirogen oleh leukosit pada jaringan yang meradang.Selanjutnya zat pirogen yang beredar didarah mempengaruhi hipotalamus sehingga menimbulkan gejala demam.Luka/tukak pada usus menyebabkan perdarahan bahkan perforasi.      

 

  1. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan diagnostik

a. Pemeriksaan leukosit

Di dalam beberapa literatur dinyatakan bahwa demam typhoid terdapat leukopenia dan limposistosis relatif tetapi kenyataannya leukopenia tidaklah sering dijumpai. Pada kebanyakan kasus demam typhoid, jumlah leukosit pada sediaan darah tepi berada pada batas-batas normal bahkan kadang-kadang terdapat leukosit walaupun tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder. Oleh karena itu pemeriksaan jumlah leukosit tidak berguna untuk diagnosa demam typhoid.

Bila biarbiarkan darah positif  hal itu menandakan demam typhoid, tetapi bila biarkan darah negatif tidak menutup kemungkinan akan terjadi demam typhoid.

 

 Hal ini dikarenakan hasil biakan darah tergantung dari beberapa faktor :

ü Teknik pemeriksaan Laboratorium

Hasil pemeriksaan satu laboratorium berbeda dengan laboratorium yang lain, hal ini disebabkan oleh perbedaan teknik dan media biakan yang digunakan. Waktu pengambilan darah yang baik adalah pada saat demam tinggi yaitu pada saat bakteremia berlangsung.

Saat pemeriksaan selama perjalanan Penyakit.

ü Biarkan darah terhadap salmonella thypi terutama positif pada minggu pertama dan berkurang pada minggu-minggu berikutnya. Pada waktu kambuh biakan darah dapat positif kembali.

ü Vaksinasi di masa lampau

Vaksinasi terhadap demam typhoid di masa lampau dapat menimbulkan antibodi dalam darah klien, antibodi ini dapat menekan bakteremia sehingga biakan darah negatif.

ü  Pengobatan dengan obat anti mikroba.Bila klien sebelum pembiakan darah sudah mendapatkan obat anti mikroba pertumbuhan kuman dalam media biakan terhambat dan hasil biakan mungkin negatif.

ü Uji Widal   

Uji widal adalah suatu reaksi aglutinasi antara antigen dan antibodi (aglutinin). Aglutinin yang spesifik terhadap salmonella thypi terdapat dalam serum klien dengan typhoid juga terdapat pada orang yang pernah divaksinasikan. Antigen yang digunakan pada uji widal adalah suspensi salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. Tujuan dari uji widal ini adalah untuk menentukan adanya aglutinin dalam serum klien yang disangka menderita typhoid. Akibat infeksi oleh salmonella thypi, klien membuat antibodi atau aglutinin yaitu :

  • oAglutinin O, yang dibuat karena rangsangan antigen O (berasal dari tubuh kuman).
  • oAglutinin H, yang dibuat karena rangsangan antigen H (berasal dari flagel kuman).
  • oAglutinin Vi, yang dibuat karena rangsangan antigen Vi (berasal dari simpai kuman)
  • oDari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang ditentukan titernya untuk diagnosa, makin tinggi titernya makin besar klien menderita typhoid.
  1. F.  PENGOBATAN

a. Perawatan.

ü Klien diistirahatkan 7 hari sampai demam tulang atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus.

ü  Mobilisasi bertahap bila tidak ada panas, sesuai dengan pulihnya tranfusi bila ada komplikasi perdarahan.

b. Diet.

ü Diet yang sesuai ,cukup kalori dan tinggi protein.

ü  Setelah bebas demam diberi bubur kasar selama 2 hari lalu nasi tim.

ü  Dilanjutkan dengan nasi biasa setelah penderita bebas dari demam selama 7 hari.

ü  Obat-obatan Pada penderita yang akut dapat diberi bubur saring.

1) Klorampenikol

2) Tiampenikol

3) Kotrimoxazol

4) Amoxilin dan ampicillin

 

  1. PENCEGAHAN

Cara pencegahan yang dilakukan pada demam typhoid adalah cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan atau mempersiapkan makanan, hindari minum susu mentah (yang belum dipsteurisasi), hindari minum air mentah, rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas

 

 

 

 

BAB III

ASKEP TEOPRITIS

 

  1. PENGKAJIAAN

                                 I.          Pengkajiaan

  • Identitas klien

Nama dan umur untuk panggilan dan membedakan klien yang satu dengan yang lain.

  • Riwayat kesehatan

-        Riwayat penyakit sekarang

Demam yang baik turun remiten, demam dan mengigil lebih dari satu minggu.

-        Riwayat penyakit dahulu

Tidak didapatkan penyakit sebelumnya.

Imunisasi

Tanyakan pada keluarga apakah anak mendapat imunisasi lengkap.

*  Usia <7 hari anak mendapat imunisasi hepatitis B 

*  Usia 1 bulan anak mendapat imunisasi BCG dan Polio I

*  Usia 2 bulan anak mendapat imunisasi DPT/HB I dan Polio 2

*  Usia 3 bulan anak mendapat imunisasi DPT/HB II dan Polio 3

*  Usia 4 bulan anak mendapat imunisasi DPT/HB III dan Polio 4

*  Usia 9 bulan anak mendapat imunisasi campak

-        Riwayat penyakit keluarga

Keluarga ada yang mederita penyakit sebelumnya

  • Pemeriksaan fisik
  1. Kepala      
  2.  Mata : kelopak mata cekung, pucat, dialtasi pupil, konjungtifa pucat kadang di dapat anemia ringan.
  3.   Mulut :Mukosa bibir kering, pecah-pecah, bau mulut tak sedap. Terdapat beslag lidah dengan tanda-tanda lidah tampak kering dilatasi selaput tebal dibagian ujung dan tepi lidah nampak kemerahan, lidah tremor jarang terjadi.
  4.   Thorak  :Jantung dan paruh tidak ada kelainan kecuali jika ada komplikasi. Pada daerah perangsang ditemukan resiola spot.
  • Diagnosa Keperawatan

gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d intake yang tidak adekuat.

-       Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 x24 jam  diharapkan Klien dapat menunjukkan dan atau mempertahankan BB yang normal.

-     Kriteria hasil :

^  Konjungtiva tidak pucat dan Mukosa bibir tidak kering

^   Nafsu makan meningkat

^    Mual dan Muntah berkkurang

-     Intervensi

^  Awasi pemasukan diet/jumlah kalori. Berikan porsi kecil tapi sering.
Rasional: terpenuhi kebutuhan nutrisi klien

^   Berikan perawatan mulut sebelum makan.

Rasional: memberikan rasa nyaman dan dapat meningkatkan  nafsu makan.

^    Hindari makanan yan memperberat kerja usus

  Rasional: Mengistirahatkan kerja usus

^  Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memberikan diet sesuai  kebutuhan klien.

Rasional: Berguna dalam membuat program diet untuk memenuhi kebutuhan klien.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

 

  1. KESIMPULAN

Typhoid adalah suatu penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai saluran cerna dengan gejala demam lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran cerna dan gangguan kesadaran. Penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A.B.C. penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.adapun tanda dan akit gejala penyakit typoid;

a. Minggu I     : infeksi akut (demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, mual, diare)

b. Minggu II    : Gejala lebih jelas (demam, bradikardia relatif, lidah kotor,

    nafsu  makan menurun, hepatomegali, ggn kesadaran).

Dan ada jguga cara pencegahan penyakit typoid yang dilakukan adalah cuci tangan setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan atau mempersiapkan makanan, hindari minum susu mentah (yang belum dipsteurisasi), hindari minum air mentah, rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas.

 

  1.  SARAN

Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dengan adanya makalah ini, diharapkan pembaca dapat memahami tentang penyakit typoiddan khususnya bagi penulis.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dr.T.H Rampengan,DSAK & Dr. I.R Laurentz,DSAK (1997). Penyakit Infeksi Tropik pada Anak. EGC: Jakarta.

Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak FK Unud (1997). Buku Standar Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Unud:Denpasar.

Lynda Juall Carpenito (2000).  Diagnosa Keperawatan: Aplikasi Pada Praktik Klinis edisi 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta

Soetjiningsih (2000).Tumbuh Kembang Anak. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Jakarta.

Suriadi & Yuliani Rita (2001).Asuhan Keperawatan Pada Anak. CV Agung Setia:Jakarta.

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s